|
بسم الله الرّحمن الرّحيم
|
||
|
الحمد
لله ربّ العالمين , الرّحمن الرّحيم ,
مااك يوم الدّين , ايّاك
|
||
|
نعبد
وايّاك نستعين , اهدناالصّراط المستقيم , صراط الذين انعمت
|
||
|
عايهم
غير المغضوب عليهم ولاالضآلين .
|
||
|
|
||
|
حرف جرّ
اصلي
|
:
|
الباء
|
|
مجرور
بالباء وعلامة خرّه كسرة ظاهرة في آخره لأنه اسم منصرف
|
:
|
اسم
|
|
وهومضاف
|
|
|
|
مضاف اليه
مجرور بالمضاف وعلامة جرّه كسرة ظاهرة
في آخره
|
:
|
الله
|
|
مفرد منصرف
|
|
|
|
نعت اوّل
للفظ الجلالة ونعت المجرور مجرور وعلامة جرّه كسرة ظاهرة
|
:
|
الرّحمن
|
|
في آخره
لأنه اسم مفرد منصرف
|
|
|
|
نعت ثان
للفظ الجلالة ونعت المجرور مجرور وعلامة جرّه كسرة ظاهرة
|
:
|
الرّحيم
|
|
في آخره
لأنه اسم مفرد منصرف
|
|
|
|
مبتداء
مرفوع بالإبتداء وعلامة رفعه فتحة ظاهرة في آخره
|
:
|
الحمد
|
|
اللام حرف
جرّ اصلي يحتاج الى متعلق يتعلق به الله مجرور
باللام
|
:
|
لله
|
|
وعلامة جرّه كسرة ظاهرة الجار والمجرور متعلق باسم
محدوف تقدره كائن
|
|
|
|
خبر
المبتداء
|
|
|
|
نعت حقيقي
من الله ونعت المجرور مجرور وعلامة جرّه كسرة
ظاهرة
|
:
|
ربّ
|
|
في آخره ربّ
مضاف
|
|
|
|
مضاف اليه
وهو مجرور بالمضاف وعلامة جرّه
مكسورماقبلها دائما ومفتوح
|
:
|
العالمين
|
|
ما بعدها
غالبا لأنه جمع مذكر السالم
|
|
|
|
نعت الأولى
من الله ونعت المجرور مجرور وعلامة جرّه كسرة ظاهرة
|
:
|
الرّحمن
|
|
في آخره
|
|
|
|
نعت الثانى
من الله ونعت
المجرور مجرور وعلامة جرّه كسرة ظاهرة
|
:
|
الرّحيم
|
|
في آخره
|
|
|
|
نعت الثالث
من الله ونعت
المجرور مجرور وعلامة جرّه كسرة ظاهرة
|
:
|
مااك
|
|
في آخره
مااك مضاف
|
|
|
|
مضاف
اليه وهو مجرور بالمضاف وعلامة جرّه
كسرة ظاهرة في آخره
|
:
|
يوم
|
|
يوم مضاف
|
|
|
|
مضاف اليه
وهو مجرور بالمضاف وعلامة جرّه كسرة
ظاهرة في آخره
|
:
|
الدّين
|
|
مفعول به
مقدم من نعبد وهو منصوب وعلامة نصبه فتحة
ظاهرة في آخره
|
:
|
ايّاك
|
|
فعل مضارع
مبني للفاعل مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في آخره والفاعل
|
:
|
نعبد
|
|
ضمير مستتر
وجوبا تقدره نحن. والجملة من الفعل والفاعل لامحل لها من الأ
|
|
|
|
عراب جملة
مستعنفة استعنافا نحوى
|
|
|
|
الواوحرف
عطف ايّاك معطوف علىى
ايّاك الأولى والمعطوف على المنصوب
|
:
|
وايّاك
|
|
منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة في آخره
|
|
|
|
فعل مضارع
مبني للفاعل مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة في آخره والفاعل
|
:
|
نستعين
|
|
ضمير مستتر
وجوبا تقدره نحن. والجملة من الفعل والفاعل لامحل لها من الأ
|
|
|
|
عراب جملة
مستعنفة استعنافا نحوى
|
|
|
|
اهد
فعل امر مبني على حدف حرف علّة والفاعل ضمير مستتر وجوبا تقدره
|
:
|
اهدنا
|
|
انت
. والجملة من الفعل والفاعل لامحل لها من الأعراب جملة مستنفة استعنافا
|
|
|
|
نحوى. نا مفعول به من اهد
منصوب وعلامة نصبه فتحة مقدرة على آلف لأنه
|
|
|
|
حرف مد
|
|
|
|
مفعول به
ثانى من اهد منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة فى
آخره
|
:
|
الصّراط
|
|
نعت حقيقي
من الصراط الأول نعت المنصوب منصوب وعلامة نصبه
فتحة
|
:
|
المستقيم
|
|
ظاهرة فى
آخره
|
|
|
|
بدل من الصراط الأول وبدل المنصوب منصوب وعلامة نصبه فتحة ظاهرة
|
:
|
صراط
|
|
فى آخره
صراط مضاف
|
|
|
|
مضاف اليه
مبني على الفتح فى محلّ جرّ لأنه اسم موصول
|
:
|
الذين
|
|
فعل ماض
مبني للفاعل على الفتحة مقدرة فى آخره , التاء
فاعله والجملة من
|
:
|
انعمت
|
|
الفعل
والفاعل لامحل لها من الأعراب جملة مستعنفة استعنافا نحوى
|
|
|
|
على
حرف جرّ اصلي يحتاج الى متعلق يتعلق به هم مجرور
بعلى وعلامة جره
|
:
|
عايهم
|
|
كسرة مقدرة
على آخره منع ظهوره التعدر
|
|
|
|
مضاف / حرف
استثناء
|
:
|
غير
|
|
مضاف اليه
مجرور بالمضاف وعلامة جرّه كسرة
ظاهرة في آخره
|
:
|
المغضوب
|
|
على حرف جرّ
اصلي يحتاج الى متعلق يتعلق به هم مجرور بعلى وعلامة جره
|
:
|
عايهم
|
|
كسرة مقدرة
على آخره منع ظهوره التعدر. الجرّ والمجرور متعلق بالمنصوب
|
|
|
|
الواو حرف
عطف لا حرف نفى
|
:
|
ولا
|
|
معطوف على
المنصوب والمعطوف على المجرور وعلامة جرّه الياء
مكسورما
|
:
|
الضآلين
|
|
قبلها دائما
والمفتوح ما بعدها غالبا لأنه جمع مذكر السالم
|
|
|
Kamis, 24 Mei 2012
'IROBAN SURAT AL-FATIHAH
Selasa, 08 Mei 2012
KESADARAN BERBAHASA
Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa
lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan
kontrak sosial. Bahasa muncul dari ujaran orang seorang. Bahasa merupakan hasil
aktivitas manusia. Bahasa juga dipandang sebagai cermin kepribadian seseorang
karena bahasa diterjemahkan sebagai refleksi rasa, pikiran dan tingkah laku.
Adakalanya seorang yang pandai dan penuh dengan ide-ide cemerlang
harus terhenti hanya karena dia tidak bisa menyampaikan idenya dalam bahasa
yang baik. Oleh karena itu seluruh ide, usulan, dan semua hasil karya pikiran
tidak akan diketahui dan dievaluasi orang lain bila tidak dituangkannya dalam
bahasa yang baik.
Banyak pemakai Bahasa Indonesia yang tidak berbahasa Indonesia dengan baik. Di antara siswa SMP, SMA, mahasiswa, bahkan guru. Mereka berbahasa seenaknya dan tidak mampu berbahasa Indonesia dengan tertib dalam situasi resmi. Hal ini diakibatkan karena komunikan menginginkan kemudahan dalam memilih kalimat yang digunakan. Tetapi kalimat tersebut tanpa disadari menimbulkan arti berbeda, kesalahan penggunaan kata dalam bahasa lisan maupun tulisan akan berakibat fatal bagi makna yang terkandung apalagi penghilangan beberapa kata dalam suatu ungkapan dan kalimat tertentu secara langsung akan menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pembaca dan pendengar. Oleh karena itu, kita wajib meneropong kesadaran manusia itu terarah dan terbina. Apa yang dimaksud dengan kesadaran berbahasa ?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kesadaran pada dasarnya berasal dari kata “sadar” yang berarti "insaf", "merasa", "tahu" dan "mengerti". Sedangkan “kesadaran” diartikan sebagai "keinsyafan" atau "keadaan mengerti" dan "merupakan hal yang dirasakan atau dialami seseorang". Secara umum kesadaran merupakan suatu keinsyafan dalam diri manusia dan menjadi dasar untuk merefleksikan sesuatu. "Berbahasa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah "menggunakan bahasa". Berbahasa tidak hanya berarti menyusun kata-kata, lebih dari itu menurut Garvin dan Mathiot, yang dikutip oleh Sumarsono dan Partana, (2002:364), di dalam berbahasa terdapat sikap bahasa yang setidaknya mengandung tiga ciri pokok yaitu
Banyak pemakai Bahasa Indonesia yang tidak berbahasa Indonesia dengan baik. Di antara siswa SMP, SMA, mahasiswa, bahkan guru. Mereka berbahasa seenaknya dan tidak mampu berbahasa Indonesia dengan tertib dalam situasi resmi. Hal ini diakibatkan karena komunikan menginginkan kemudahan dalam memilih kalimat yang digunakan. Tetapi kalimat tersebut tanpa disadari menimbulkan arti berbeda, kesalahan penggunaan kata dalam bahasa lisan maupun tulisan akan berakibat fatal bagi makna yang terkandung apalagi penghilangan beberapa kata dalam suatu ungkapan dan kalimat tertentu secara langsung akan menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pembaca dan pendengar. Oleh karena itu, kita wajib meneropong kesadaran manusia itu terarah dan terbina. Apa yang dimaksud dengan kesadaran berbahasa ?
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), kesadaran pada dasarnya berasal dari kata “sadar” yang berarti "insaf", "merasa", "tahu" dan "mengerti". Sedangkan “kesadaran” diartikan sebagai "keinsyafan" atau "keadaan mengerti" dan "merupakan hal yang dirasakan atau dialami seseorang". Secara umum kesadaran merupakan suatu keinsyafan dalam diri manusia dan menjadi dasar untuk merefleksikan sesuatu. "Berbahasa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah "menggunakan bahasa". Berbahasa tidak hanya berarti menyusun kata-kata, lebih dari itu menurut Garvin dan Mathiot, yang dikutip oleh Sumarsono dan Partana, (2002:364), di dalam berbahasa terdapat sikap bahasa yang setidaknya mengandung tiga ciri pokok yaitu
- language loyalty (kesetiaan bahasa) yang mendorong masyarakat suatu bahasa mempertahankan bahasanya dan apabila perlu mencegah adanya pengaruh bahasa lain.
- language pride (kebanggaan berbahasa) yang mendorong orang mengembangkan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambang identitas dan kesatuan masyarakat.
- wareness of the norm (kesadaran akan norma bahasa) yang mendorong orang menggunakan bahasanya dengan cermat dan santun merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap perbuatan yaitu kegiatan menggunakan bahasa (language use).
Ketiga ciri tersebut merupakan sikap positif terhadap kesadaran berbahasa.
Sikap positif yaitu sikap antusiasme terhadap penggunaan bahasanya (bahasa yang
digunakan oleh kelompoknya atau masyarakat tutur dimana dia berada). Sebaliknya
jika ciri-ciri itu sudah menghilang atau melemah dari diri seseorang atau dari
diri sekelompok orang anggota masyarakat tutur, maka berarti sikap negatif
terhadap suatu bahasa telah melanda diri atau kelompok orang itu. Ketiadaan
gairah atau dorongan untuk mempertahankan kemandirian bahasanya merupakan salah
satu penanda sikap negatif, bahwa kesetiaan bahasanya mulai melemah, yang bisa
berlanjut menjadi hilang sama sekali.
Menurut Dr. Mansoer Pateda, yang dimaksud kesadaran berbahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama bertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu. (Sosiolinguistik, 1990: 26). Ciri-ciri orang yang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah :
Menurut Dr. Mansoer Pateda, yang dimaksud kesadaran berbahasa ialah sikap seseorang baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama bertanggung jawab sehingga menimbulkan rasa memiliki suatu bahasa dan dengan demikian ia berkemauan untuk ikut membina dan mengembangkan bahasa itu. (Sosiolinguistik, 1990: 26). Ciri-ciri orang yang bertanggung jawab terhadap suatu bahasa dan pemakaian bahasa adalah :
- Selalu berhati-hati menggunakan bahasa;
- Tidak merasa senang melihat orang yang mempergunakan bahasa secara sembarangan;
- Memperingatkan pemakai bahasa kalau ternyata ia membuat kekeliruan;
- Tertarik perhatiannya kalau orang menjelaskan hal yang berhubungan dengan bahasa;
- Dapat mengoreksi pemakaian bahasa orang lain;
- Berusaha menambah pengetahuan tentang bahasa tersebut;
- Bertanya kepada ahlinya kalau menghadapi persoalan bahasa.
Ciri-ciri orang yang memiliki
kesadaran berbahasa, diantaranya :
- Sikap terhadap bahasa dan berbahasa
- Tanggung jawab bahasa dan berbahasa
- Rasa ikut memiliki bahasa
- Berkemauan membina dan mengembangkan bahasa
Dari ciri-ciri diatas, juga merupakan upaya-upaya yang harus dilakukan
mahasiswa dan guru untuk menghadirkan dirinya sebagai orang yang memiliki
kesadaran berbahasa. Untuk menanamkan rasa memiliki bahasa, orang harus
bertitik tolak dari anggapan bahwa bahasa adalah miliknya pribadi. Jika bahasa
dianggap sebagai milik pribadi maka konsekuensinya kita wajib memeliharanya.
Mahasiswa harus ikut serta memakai bahasa secara tertib. Dalam buku yang
berjudul Sosiolinguistik dari Mansoer Pateda (Bab III;hal.31) ada 2
macam partisipasi dalam pembinaan bahasa, yaitu partisipasi formal dan
partisipasi informal. Seseorang telah hati-hati bicara atau menulis sehingga
bahasanya terpelihara, tidak ada kesalahan dari segi kaidah bahasa. Partisipasi
ini disebut partisipasi informal. Ada pula yang dinamakan dengan pastisipasi
formal, ialah kegiatan pembinaan bahasa melalui pertemuan formal. Contohnya :
ikut berpatisipasi dalam forum diskusi, seminar, dan sebagainya yang berkaitan
dengan berbahasa.
Bagaimana pun kita harus menggalakkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara terus-menerus. Para guru, dosen, dan mahasiswa sebagai ujung tombak pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah atau di kampus untuk menumbuhkan kesadaran agar bahasa Indonesia terpelihara oleh pemakainya. Tugas yang sangat terhormat tentunya, sebagai bentuk kesetiaan untuk memelihara Bahasa Indonesia sebagai pusaka dan amanah yang abadi.
Daftar Pustaka
1. Pateda, Mansoer. 1987. Sosiolinguistik. Angkasa Anggota IKAPI. Bandung.
_Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia_
Disusun oleh :
Nama : Entang kamaludin
NIM : 41032124111033
Kelas : D / Depag
FKIP : Bahasa Arab Universitas Islam Nusantara
Bagaimana pun kita harus menggalakkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar secara terus-menerus. Para guru, dosen, dan mahasiswa sebagai ujung tombak pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah atau di kampus untuk menumbuhkan kesadaran agar bahasa Indonesia terpelihara oleh pemakainya. Tugas yang sangat terhormat tentunya, sebagai bentuk kesetiaan untuk memelihara Bahasa Indonesia sebagai pusaka dan amanah yang abadi.
Daftar Pustaka
1. Pateda, Mansoer. 1987. Sosiolinguistik. Angkasa Anggota IKAPI. Bandung.
_Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia_
Disusun oleh :
Nama : Entang kamaludin
NIM : 41032124111033
Kelas : D / Depag
FKIP : Bahasa Arab Universitas Islam Nusantara
Langganan:
Postingan (Atom)